Berbicara tentang cinta, maka akan banyak asumsi dalam isi kepala setiap manusia. dan biasanya Hal ini berbanding lurus dengan pengalaman perjalanan hidupnya. ada yang gara-gara pengalamannya buruk, maka dia mengungkapkan :"Aku sengsara karena Cinta". Ada pula yang menganggap justru cinta telah menyelamatkannya, membahagiakannya, karena dia menganggap dan merasa berharga dengan adanya Cinta.
Haha,...Betapa cinta mendarah daging dalam setiap lingkup kehidupan. Bagi anda yang sufi (suka filem, red) dan kebetulan memperhatikan tema ceritanya pasti akan tidak lepas dari tema Cinta. Namun efek dari tema cinta itu yang bermuara pada dua hal tadi yaitu Sengsara atau bahagia.
Kemudian saya coba untuk memperhatikan mengapa bisa ada dua muara ketika seseorang harus memaknai cinta? Karena ada dua asumsi dari setiap pelaku Cinta tersebut. Simple thinking-nya adalah seandainya kita nash-kan Cinta dengan sebuah Lampu atau cinta sebagai sepotong roti. Andaikan Cinta sebuah lampu, maka dia akan bahagia. Dan andaikan Cinta hanya sepotong roti maka dia akan sengsara,....
Kenapa?
Kalau saya punya sepotong roti, dan 3 orang yang harus saya cintai, maka saya harus membagikan satu potong roti ini ke 3 orang tersebut . Dan hasilnya adalah 1 per tiga saja masing - masing (o.333 per orang). Artinya, Cinta akan berkurang dengan semakin banyaknya orang yang harus dicintai. Orang yang isi kepalanya seperti ini pasti akan berujar "Kalau abang cinta sama diriku, Mohon jangan cintai orang lain,....."
atau akan keluar kata - kata : "Maaf belakangan ini saya tidak bisa memperhatikan mu karena harus mengurusi yang lain,... dst
Akan lain cerita ketika saya punya sebuah lampu dalam suatu ruangan. Berapapun orang yang ada didalamnya maka kualitas penerangannya akan tetap sama. Masing masing orang akan mendapatkan nyala yang sama. Dan sebagai Lampu, Si Pencinta tetap mampu menerangi semua orang, mampu memperhatikan semua orang, dan mampu untuk menggapai semua orang. Inilah Cinta sejati dan inilah pencinta sejati yang tidak pilih-pilih. tidak terbatas dalam mencintai. Dan kebahagiaanpun akan keluar dari metafora cinta seperti ini.
Lalu cinta mana yang ada dibenak anda??
Wassalam
Salam Funtastic,
Bachrul Ulum
ulum on the move
NB : Sahabat,...Saya sekarang jualan on line produk Selimut Jepang. Bagi yang mau taudetailnya silahkan saja explore di SINI
09 Maret 2008
Cinta,..antara lampu dan sepotong roti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Salam SUKSES selalu buat anda!!
Posting Komentar