Hari ini sangat menyebalkan. Getsudo yang memang biasanya terganggu dengan kesalahan – kesalahan external yang menyebabkan reproses beberapa step kembali terjadi. Kali ini memang kasusnya terlalu fatal. Fatal karena banyak hal. Pertama : ini hari libur, tentu akan sangat sulit f/u problem ‘berat’ di waktu libur, Bos pada nggak ada, Trouble maker juga tidak kelihatan tahi lalatnya (pengganti batang hidung red). Otomatis! Telphon sana telphon sini pake pulsa sendiri. Padahal biasanya tinggal pencet 9 minta operator untuk nyambungin ke siapa aja yang diperluin. Tapi kali ini nggak bisa karena jangan harap ada orang operator disana. Sekali kali lah ikhlaskan saja kita subsidi perusahaan dg cara telphon pake pulsa sendiri itu tadi.
Kedua, proses yang sudah berjalan ini progresnya sudah hamper 90% perjalanan aktifitas getsudo. Kalo harus batal berarti harus dari nol lagi. Nah untuk memproses ulang tersebut diperlukan lagi waktu (yaaah nggak banyak lah Cuma) 9 jam. Dan itu terbukti. Seharusnya proses sudah selesai jam 10 pagi eh,…gara – gara kasus ini, prosesnya selesai jam 18 pas bangeut dengan kumandang adzan maghrib.
Ketiga, ……kriing…… telpon bordering. “Pak Ali Kosim” dalam hatiku menyahut “pasti problem”. Huhu dan ternyata benar. “Pak ini container Taiwan mau diapain?” tanyanya dengan nada yang cepat. “Lho emang kenapa?” cepat pula aku menjawab. Ngobrol sana sini intinya Ternyata ada kasus overstacking pada waktu tadi malam. Lagi….lagi….dan lagi…..nggak bosen bosen problem overstacking (Barang tidak bisa muat di dalam container red).
Keempat, …..kriiing….telpon bordering lagi. Pak Ali Kosim lagi,…problem lagi,….ngobrol sana sini ternyata problem Document Export untuk SPO (Sample Part Order Vietnam). “Huh,…ya udah Pak saya segera turun, tunggu aja!”. Negosiasi dikit, akhirnya semua bisa diselesaikan secara adat. Alhamdulillah.
Akhirnya, semua bermuara pada satu bencana membawa nikmat. Kenapa bencana? Karena seharusnya aku pulang lebih cepat (karena memang sudah direncanakan akan kulakan). Apalagi ini kan hari libur biasanya dipatok 8 jam. Kenapa nikmat? Berarti actual lemburannya mbludak. Dan memang aku baru pulang jam 09 malam. Sampai di rumah jam 10 malam. “Bawa karung aja tuh…” begitu kadang beberapa temen ngeledek menanggapi lemburan seseorang apabila terlalu banyak. Tapi tidak bagiku. Tidak juga kau,….seharusnya.
Dibalik semua itu aku yakin ada kebaikan (nge-blog dulu ah….)
Dibalik semua itu pasti ada kompensasi.
Think all the best
Think all be positif
Salam FUNtastic!
ULUM on the move
20 Maret 2008
Sengsara Membawa Nikmat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar