24 Maret 2008

AAC Kurang Bagus

Baru-baru ini, saya dikirim email dari seseorang menanggapi maraknya Film Nasional Terbaru bertema Cinta. "Ayat Ayat Cinta" judulnya. Film ini sebenarnya adalah gubahan dari sebuah Novel best seller Maha Karya Habiburrahman El Shirazi. Seseorang yang datang dari Jawa Nyantri di Universitas islam terkenal di Cairo yaitu Alazhar. Tanpa dibahas panjang lebar barangkali hampir semua para Sufi (Suka Film red) sudah tahu dan sudah faham semua tetek bengek Film ini. Hampir semua orang yang saya kenal menyongsong gembira berita ini. Sebentar lagi Film Ayat Ayat Cinta akan tayang di seluruh Bioskop di Indonesia.
"Semoga tidak terbawa ke hingar-bingarnya publikasi pilm/novel ayat-ayat cinta".
"Misi Pluralisme Di Balik Novel Ayat-ayat Cinta"

Begitu bunyi pesan yang saya terima. detailnya mungkin anda bisa lihat di sini :: http://www.swaramuslim.com/more.php?id=5878_0_15_0_M
Dalam banyak hal saya setuju dengan pesan tersebut. atau kalau mau lebih bijak kita menilai sebuah karya, alangkah lebih baik kita pandai memilah dan memilih mana yang baik dan kita ambil manfaat dan mana yang tidak baik dan harus kita tanggalkan darinya.
Dalam konteks bagaimana menjadi Laki - Laki yang lebih baik dalam memaknai arti cinta, mungkin tidak ada salahnya kita lihat Novel ini (Sekali lagi, NOVEL bukan Film red). Tetapi kita memang harus mewaspadai segala sesuatu, termasuk Novel ini apakah memang ada unsur Misi Pluralisnya? Kita boleh lihat tetapi harus lebih pandai mengambil makna dari segala sesuatu....
Bagaimana dengan Film "Ayat Ayat Cinta" garapan Mr Hanung Bramantyo yang sebenarnya sudah didestorsi alurnya sedikit demi sedikit? Penilaian saya akan lain.
Penggarap dan para pendukungnya pernah beralasan bahwa Film ini memang sedikit diubah alur ceriteranya, ada yang dikurangi dan ada (banyak) juga yang ditambahi. Demi daya tarik dan tingkat penasaran penonton biar bertambah sih boleh - boleh saja. Tapi tetep harus difikirkan bahwa Filmpun harus ada Logisnya.
Dari pembentukan karakter. Saya sangat menyoroti karakteristik pemeran utama Fahri (Fedi Nurdi). Beda sekali dengan karakter di dalam Novel. Contohnya dalam adegan di Kamar, Fahri menyatakan pada Aisha bahwa dia harus bekerja, kemudian Aisha 'agak' menolak dg alasan kuangan masih mencukupi bahkan lebih. Lalu Fahri ngotot dan berkata "Tapi khan Aku Kepala Keluarga!". di sini Fahri emosional, beda dengan di Novel, seharusnya Fahri itu Tegas tapi lembut. Di sini sikap lembut Fahri pada Istrinya malah sangat minim.
"Film ini terburu buru dan terlihat ingin cepat diselesaikan". saya setuju dengan pernyataan tersebut. Adegan demi adegan saya perhatikan banyak yang hilang dari dan tidak seharusnya. Impaknya apa? Penonton jadi kurang memahami Insight dari setiap adegan yang dibangun. Dan akhirnya pesan yang disampaikanpun banyak kaburnya. Itu yang saya rasakan. nggak tahu tuh kalau yang lain....
Satu lagi, Saya ingin memberi catatan penting pada adegan meninggalnya Maria. Saya lihat betul betul bagaimana expresi Aisha?, bagaimana expresi Fahri?, Bagaimana mimik ketika (diindikasikan) Maria meninggal?. Dan ini memang tidak wajar. Kenapa? Bayangkan apa yang harus anda lakukan ketika melihat seseorang sakit 'koma' misalnya, atau orang itu amat anda sayangi, atau orang itu amat anda benci lalu kelihatannya kok mati....Apa yang anda lakukan?. Ya!! Anda harus memastikan dulu dia benar - benar mati atau tidak (ini bagi anda yang berfikir logis). kalau misalnya anda orangnya emosional? maka anda menjerit histeris seolah nggak percaya. "ini nggak mungkin". misalnya kata anda begitu. Apa yang anda lakukan? Cek dulu lah minimal cek denyut nadi tangan atau cek nafas dg suhu hidung. atau kalau misalnya anda kurang faham dengan keadaan orang ini sudah meninggal atau belum anda tinggal Panggil Suster/Dokter seketika dengan agak menjerit. dan ini cara yang paling gampang dan paling banyak dipakai para pemeran kebanyakan. Ya, silahkan anda tinggal pilih cara mana yang anda sukai / ingin sampaikan dalam sebuah adegan. Yang terpenting adalah, Sebuah Film butuh alur yang logis seperti alam bawah sadar manusia bekerja. Ini berbeda dg Film AAC.
Tetapi walau bagaimanapun saya harus ucapkan selamat atas keberhasilan Film AAC. Selamat karena sudah berhasil mencuri perhatian. Mungkin dalam ajang Ind. Movie Awards akan keluar pemenang dari film AAC ini. Semoga.

I LOVE PER-FILM-AN NASIONAL.

Salam Funtastic.
ULUM ion the move.

nb: Kepada Custemer setia saya Mohon maaf ya. Pesanan Tas anda - anda harus Indent satu minggu. Ini dikarenakan Maker kami keteteran menerima pesanan yang besar. Saya akan usahakan nanti agar Order anda - anda Just In Time.
Terima kasih atas kerja samanya.

Tidak ada komentar: