“Des, aku lagi OTW, Mungkin jam 11:00 nyampe. InsyaAllah Kita rencananya akan silaturahim ke t4mu. Tunggu ya. Mas Huda juga akan datang”.
Begitu bunyi sms-ku kepada seorang sahabat lama. Dedi namanya. Panggilan special saya “Des”, artinya Dedi Sayang. Hari ini kami rencananya akan menjambangi rumahnya di bilangan Padalarang tepatnya di Gado Bangkok persis depan stasion kereta Gado Bangkong. Dedi sang aktivis dan sempat menjadi motivator ulung itu kini sudah terjun langsung di dunia politik tingkat Daerah. Seiring dengan pembentukan Kabupaten Bandung Barat, terbentuk pulalah DPD PKS Kab. Bandung Barat. Dan dia kini memegang beberapa peran penting di sana. Apalagi sekarang sedang sibuk dengan hingar bingar dengan Pilkada tingkat Gubernur untuk daerah jawa Barat, Aku menjadi merasa penting untuk segera menemuinya. Aku pun akan meng explore Calon pemimpin Jawa Barat nanti yang diusung PKS yaitu HADE (Ahmad Heryawan + Dede Yusuf). Memang PKS ini begitu kreatif dalam menciptakan pesona dalam teknik marketing politik.
Hadir pula di sana, Nurul Huda sang penyejuk jiwa. Sosok manusia yang satu ini bawaannya tenang, kalem, dan telaten. Kiprahnya di dunia professional sudah cukup lama. Dibawah naungan perusahaan besar skala internasional telah menempanya semakin dewasa. Dan kini banyak tantangan baru yang harus dia hadapi. Dan yang harus diberi catatan adalah sikapnya dalam membuat sebuah keputusan. Tidak pernah dia mengambil keputusan kecuali dengan Istikharah. Untuk hal hal yang mungkin menurut kita biasa biasa saja dia akan mengawali semua pilihan dengan Istikharah, apalagi untuk keputusan yang besar. Dan aku yakin itu adalah salah satu rahasia sukses dia dalam perjalanan karirnya.
Gimana kabarnya? Istri gimana kabar? Kapan datang? Sekarang aktifitasnya apa? Waktu luang ngapain? Rencana nanti bagaimana? Kapan ini? Kapan itu? Kenapa?ada masalah? Dst,…begitulah kira-kira obrolan kami mengalir begitu saja. Tanpa terasa ternyata kita sudah banyak berubah. Dulu kita masih pada culun, kini udah mulai pada anggun, dulu kami pada kurus kini sudah mulai terlihat agak bagus. Dulu hanya datang sendiri kini masing – masing datang bertiga (soalnya ngajak anak+istri). Cuma satu yang tidak berubah : CINTA. Cinta diantara kita tetap kental. Dulu kami berjanji tanpa deklarasi untuk saling Cinta karena Allah. Dan kini hal itu masih berjalan seperti itu.
Kisah-kisah indah, kisah sedih dan senang, sampai kisah yang menggelikan yang sebenarnya sering diulas kini harus kami ulas kembali. Karena ternyata kami sepakat kami rindu itu semua. Yang menarik dan ajaib dari Halaqah kecil kami ini, diantara kami lebih banyak mengevaluasi diri yang banyak terjadi degradasi, depresi, dan demotivasi. Kami saling bertukar kesedihan dan canda, sering pula ungkapan kekecewaan terhadap diri ini terkuak. Di saat yang sama kami mendapat suntikan MOTIVASI tinggi. Sebuah harga yang mahal ketika motovasi kembali nanjak. Tetapi kami bisa melakukan itu tanpa harus bayar, tanpa memberi nasehat atau wejangan formalis, bahkan kami bisa melakukannya tanpa disadari. Itulah efek dari menyambung silaturahmi yang didasari rasa Cinta Karena Allah. Sebuah motivasi yang takan pernah mati.
Thank sahabat,…engkau telah berperan mengembalikan motivasiku. Engkau suntikan motivasi baru yang sebenarnya ini adalah motivasi lama yang tertidur.
Semoga anda terinspirasi
Salam FUNtastic
ULUM on the move
22 Maret 2008
Suntikan Baru Motivasi Lama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar